Main Article Content
Abstract
Abstrak Inggris. Covid-19 is a coronavirus disease that was discovered in 2019 and reported to WHO. Covid-19 has spread to various countries in the world, including Indonesia. The outbreak of this epidemic has also increased the number of positive cases of contracting Covid-19. The life of all people seems to have stopped because there are restrictions to prevent the transmission or spread of disease. Limitations on activities do not only affect adults or those who are already working, but children and youth can feel it because there has been a change in the pattern of face-to-face school activities to Distance Learning (PJJ) or Learn From Home (LFH). Restricting these activities can have psychological impacts on children and adolescents, namely anxiety, depression and psychological trauma. Physical signs that we can see in adolescents who experience stress, one of which is the appearance of acne (acne vulgaris) on the face. Sufferers of acne (acne) in 2006, 2007 and 2009 respectively, namely 60%, 80% and 90%. The highest prevalence is in women aged 14-17 years, ranging from 83% -85%, and in men aged 16-19 years, ranging from 95% -100%. Based on the results of a preliminary study of 5 teenagers in Tawang Sari Hamlet RT/RW 021/004, Bobang Village, Semen District, Kediri Regency, it was found that 100% of these teenagers experienced acne, 100% of teenagers said that during the Covid-19 pandemic their faces looked duller even though just at home and not exposed to the sun
Abstrak Indonesia. Covid-19 adalah penyakit virus corona yang ditemukan pada tahun 2019 dan dilaporkan ke WHO. Covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Merebaknya wabah ini pun meningkatkan jumlah kasus positif terjangkit Covid-19. Kehidupan semua masyarakat seolah terhenti karena ada pembatasan untuk mencegah penularan atau penyebaran penyakit. Pembatasan akktifitas tidak hanya berdampak kepada orang dewasa atau bagi yang sudah bekerja, akan tetapi anak-anak dan remaja dapat merasakannya karena ada perubahan pola aktifitas sekolah tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) atau Learn From Home (LFH). Pembatasan aktifitas tersebut dapat berdampak pada psikologis anak dan remaja yaitu cemas, depresi dan trauma psikologis Tanda fisik yang dapat kita lihat kepada remaja yang mengalami stres, salah satunya yaitu timbulnya jerawat (acne vulgaris) pada wajah.penderita acne (jerawat) pada tahun 2006, 2007, dan 2009 secara berturut-turut yaitu 60%, 80%, dan 90%. Prevalensi tertinggi pada wanita usia 14-17 tahun, berkisar 83%-85%, dan pada pria usia 16-19 tahun dengan berkisar 95%-100%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan kepada 5 remaja di Dusun Tawang Sari RT/RW 021/004, Desa Bobang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri didapatkan data bahwa 100% remaja ini mengalami jerawat, 100% remaja mengatakan selama pandemic covid-19 wajah terlihat lebih kusam meskipun hanya dirumah saja dan tidak terkena matahari
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal DIMAS kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS); Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
Penulis yang mengirimkan naskah artikel, sepenuhnya menyadari bahwa, jika artikel tersebut diterima untuk terbit/publish, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Penulis harus menandatangani perjanjian transfer hak cipta ketika mereka telah menyetujui bukti akhir yang dikirim oleh Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) sebelum publikasi. Perjanjian transfer hak cipta dapat diunduh di sini.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Dimas) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Bagaimanapun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan oleh Sarana Bhina Ilmu Ltd., adalah menjadi tanggung jawab masing-masing penulis.
