Main Article Content
Abstract
Abstract. Outdoor workers frequently develop pterygium due to their daily exposure to sunlight and dust, which can lead to repeated drying of the conjunctiva or cornea and microtrauma, particularly in tropical regions. The prevalence of pterygium in Indonesia is 8.3%, and in North Maluku it is 14.3%. Guaeria Village is a fishing village in the Jailolo District, West Halmahera Regency. This village is located on the same land as Halmahera Island with limited access. The majority of the residents work as sea transportation service providers and fishermen. This service aims to enhance awareness about pterygium by utilizing personal protective equipment (PPE) and promoting early detection of the condition. The service method involved counseling the coastal community and then conducting general and eye physical examinations. The community responded enthusiastically to this activity, resulting in a request to conduct it over two days. The largest proportion of participants were aged 45-59 years, totaling 12 people (30%), and the highest incidence of pterygium in the mild category (grade 1-2) was 26 people (65%), most of whom were in the 45-59 age group. The conclusion of this exercise show a high frequency of pterygium; so, similar activities must be carried out regularly and sustainably, particularly in island regions with inadequate healthcare services.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal DIMAS kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS); Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
Penulis yang mengirimkan naskah artikel, sepenuhnya menyadari bahwa, jika artikel tersebut diterima untuk terbit/publish, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Penulis harus menandatangani perjanjian transfer hak cipta ketika mereka telah menyetujui bukti akhir yang dikirim oleh Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) sebelum publikasi. Perjanjian transfer hak cipta dapat diunduh di sini.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Dimas) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Bagaimanapun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan oleh Sarana Bhina Ilmu Ltd., adalah menjadi tanggung jawab masing-masing penulis.
