Main Article Content

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Salah satu alternatif pengelolaan diabetes adalah pemanfaatan obat tradisional, seperti teh kulit salak (Salacca zalacca), yang mengandung senyawa bioaktif dengan potensi efek hipoglikemik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan teh kulit salak sebagai alternatif pengobatan diabetes serta edukasi pola hidup sehat. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi, koordinasi dengan perangkat desa, pelaksanaan pelatihan bagi 30 peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 84%. Selain itu, 80% peserta berhasil memproduksi teh kulit salak secara mandiri setelah pelatihan. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan alat pengeringan dan minimnya pengetahuan awal masyarakat mengenai manfaat kulit salak, yang diatasi dengan teknik pengeringan sederhana dan edukasi tambahan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan teh kulit salak sebagai alternatif pengobatan diabetes. Program serupa diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain untuk meningkatkan pemanfaatan obat tradisional.

Article Details

How to Cite
Sugihantoro, H., Syahrir, A., & Izulkhaque, S. A. (2025). Pelatihan Pembuatan Teh Kulit Salak Aroma Melati sebagai Alternatif Terapi Diabetes Mellitus Tipe 2 di Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kabupaten Malang: Pengabdian Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat , 3(3). https://doi.org/10.57101/dimas.v3i3.460