Main Article Content
Abstract
Abstrak Inggris.
In the era of globalization, nationalism among youth faces great challenges due to the rapid flow of foreign cultures that erode concern for local values, the spirit of togetherness, and love for the country. Karang Taruna as a village-level youth organization has an important role in regenerating national awareness. In Sumbersari Village, coaching activities were conducted through lectures and direct discussions with experts discussing issues of law, politics, Pancasila, and diversity. This activity involved 50 participants who actively discussed and linked the material to social realities in their environment. The high level of participation showed an increase in critical awareness of the importance of maintaining unity and understanding national values contextually. This program proved to be effective as a form of community-based ideological education that is responsive to the challenges of disintegration and fading national identity. With a participatory approach, this kind of activity should be implemented in other areas in a sustainable manner.
Keywords: Youth Nationalism, National Insight, Youth Organization, Ideological Education, Community Service
Abstrak Indonesia. Di era globalisasi, nasionalisme di kalangan pemuda menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus budaya asing yang menggerus kepedulian terhadap nilai-nilai lokal, semangat kebersamaan, dan rasa cinta tanah air. Karang Taruna sebagai organisasi pemuda tingkat desa memiliki peran penting dalam menumbuhkan kembali kesadaran kebangsaan. Di Desa Sumbersari, dilakukan kegiatan pembinaan melalui ceramah dan diskusi langsung bersama para pakar yang membahas isu hukum, politik, Pancasila, dan keberagaman. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yang secara aktif berdiskusi dan mengaitkan materi dengan realitas sosial di lingkungannya. Tingkat partisipasi yang tinggi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kritis terhadap pentingnya menjaga persatuan serta memahami nilai-nilai kebangsaan secara kontekstual. Program ini terbukti efektif sebagai bentuk pendidikan ideologis berbasis komunitas yang responsif terhadap tantangan disintegrasi dan lunturnya identitas nasional. Dengan pendekatan partisipatif, kegiatan semacam ini layak diterapkan di berbagai wilayah lain secara berkelanjutan
Kata Kunci: Nasionalisme Pemuda, Wawasan Kebangsaan, Karang Taruna, Pendidikan Ideologi, Pengabdian Masyarakat.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal DIMAS kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS); Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
Penulis yang mengirimkan naskah artikel, sepenuhnya menyadari bahwa, jika artikel tersebut diterima untuk terbit/publish, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Penulis harus menandatangani perjanjian transfer hak cipta ketika mereka telah menyetujui bukti akhir yang dikirim oleh Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) sebelum publikasi. Perjanjian transfer hak cipta dapat diunduh di sini.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Dimas) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Bagaimanapun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan oleh Sarana Bhina Ilmu Ltd., adalah menjadi tanggung jawab masing-masing penulis.
