Main Article Content

Abstract

Abstract. The community service program aimed to enhance elementary school students’ knowledge and self-protection skills in preventing sexual harassment through early childhood sex education and the strengthening of self-confidence in safeguarding themselves. The program was conducted at GMIT Oepura 2 Elementary School in Kupang City, involving all sixth-grade students. The implementation used an interactive counseling approach that combined audio-visual media presentations, participatory discussions, and role-playing simulations. The activity began with an initial assessment of students’ knowledge, followed by the delivery of materials on reproductive health, safe touch boundaries, and strategies for responding to risky situations. Students were also provided with educational leaflets and banners as continuous learning media at school. Evaluation was carried out by comparing pre-test and post-test results, which showed a significant increase in students’ understanding of the topics presented. In addition, students became more confident in refusing and reporting inappropriate behavior to teachers, parents, or relevant authorities. In conclusion, early childhood sex education delivered through interactive methods proved effective in improving elementary school students’ knowledge, self-protection skills, and protective attitudes against the risk of sexual harassment, and it has the potential to be replicated in other schools as a sustainable preventive effort.


 


Abstrak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan proteksi diri siswa sekolah dasar dalam mencegah pelecehan seksual melalui pendidikan seks usia dini dan penguatan kepercayaan diri untuk melindungi diri. Program dilaksanakan di SD GMIT Oepura 2 Kota Kupang dengan melibatkan seluruh siswa kelas VI. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif yang menggabungkan pemutaran media audio-visual, diskusi partisipatif, dan simulasi bermain peran. Kegiatan diawali dengan pengukuran pengetahuan awal siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kesehatan reproduksi, batasan sentuhan yang aman, serta strategi merespons situasi berisiko. Siswa juga diberikan leaflet dan banner edukasi sebagai media pembelajaran berkelanjutan di sekolah. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap topik yang diberikan. Selain itu, siswa menjadi lebih percaya diri untuk menolak dan melaporkan perilaku yang tidak pantas kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang. Kesimpulannya, pendidikan seks usia dini yang disampaikan melalui metode interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan proteksi diri, dan sikap protektif siswa sekolah dasar terhadap risiko pelecehan seksual, serta dapat direplikasi di sekolah lain sebagai upaya preventif yang berkelanjutan.

Article Details

How to Cite
B.Sir, A., & Ndoen, H. (2025). Edukasi dan Pengembangan Self Efficacy Siswa Melalui Pendidikan Seks Dini dalam Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Anak: Pengabdian Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat , 3(2), 1-7. https://doi.org/10.57101/dimas.v3i2.382