Main Article Content
Abstract
Abstract. Diarrhea is a problem that is often felt by Indonesian people to this day, especially in remote areas in South Kalimantan. From data from the South Kalimantan Provincial Office in 2022, data was obtained in 2020 that people who experienced diarrhea disease with a total number of 35,092. The methods used in this activity are lectures, teaching and trying to wash hands together. The number of diarrheal diseases is due to various factors, such as a person's clean and healthy living behavior (PHBS) which is still low in the environment. Washing hands is an activity to prevent diarrhea. This aims to increase public understanding at SDN Pasar Lama 3 regarding PHBS through hand washing as a process to prevent diarrhea. The activity was carried out in June and continued with assistance to teachers to be able to monitor and evaluate activities. The results of activities on optimizing children's health through diarrhea prevention education programs.
Abstrak. Diare merupakah sebuah permasalahan yang sering dirasakan masyarakat indonesia hingga saat ini khususnya daerah terpencil di Kalimantan Selatan. Dari data Dinas provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022, didapatkan data pada tahun 2020 bahwa masyarakat yang mengalami penyakit Diare dengan jumlah keseluruhan 35.092. Metode yang diterapkan ialah ceramah, mengajarkan dan mencoba mencuci tangan secara bersama. Jumlah penyakit Diare dikarenakan berbagai faktor, seperti pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seseorang yang begitu rendah dilingkungan. Mencuci tangan merupakan aktivitas pencegahan adanya penyakit diare. Hal ini bertujuan sebagai peningkatan pemahaman masyarakat di SDN Pasar Lama 3 terkait PHBS melalui cuci tangan sebagai proses mencegah diare. Penyuluhan diterapkan bulan Juni serta diberikan pendampingan kepada guru supaya bisa mengevaluasi dan memantau aktivitas yang dilakukan. Hasil aktivitas dalam optimalisasi Kesehatan anak melalui program edukasi pencegahan diare.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal DIMAS kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS); Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
Penulis yang mengirimkan naskah artikel, sepenuhnya menyadari bahwa, jika artikel tersebut diterima untuk terbit/publish, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Penulis harus menandatangani perjanjian transfer hak cipta ketika mereka telah menyetujui bukti akhir yang dikirim oleh Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) sebelum publikasi. Perjanjian transfer hak cipta dapat diunduh di sini.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Dimas) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Bagaimanapun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan oleh Sarana Bhina Ilmu Ltd., adalah menjadi tanggung jawab masing-masing penulis.
