Main Article Content
Abstract
Abstract. Gabus District, which is located in Grobogan Regency, has significant economic potential that can be developed to improve the welfare of the local community. This research aims to identify and analyze the main economic opportunities in the sub-district, with a focus on the agricultural, tourism and small and medium industry sectors. Through a qualitative approach using interviews, observation and secondary data analysis methods, it was found that Gabus District has fertile agricultural land and sufficient water resources, which are ideal for the development of rice, corn and horticultural agriculture. Apart from that, the potential for developing agriculture-based agrotourism can attract domestic tourists and increase community income. Small and medium industries, such as food processing and handicrafts, also have good prospects considering the availability of local raw materials and rich craft traditions. The main challenges faced are inadequate infrastructure and lack of access to wider markets. This article suggests the need for government and other stakeholder intervention in improving infrastructure, providing training and business assistance, and opening market access to optimize economic potential in Gabus District.
Abstrak. Kecamatan Gabus, yang terletak di Kabupaten Grobogan, memiliki potensi ekonomi yang signifikan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang ekonomi utama di kecamatan tersebut, dengan fokus pada sektor pertanian, pariwisata, dan industri kecil dan menengah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan analisis data sekunder, ditemukan bahwa Kecamatan Gabus memiliki lahan pertanian yang subur dan sumber daya air yang cukup, yang ideal untuk pengembangan pertanian padi, jagung, dan hortikultura. Selain itu, potensi pengembangan agrowisata berbasis pertanian dapat menarik wisatawan domestik dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Industri kecil dan menengah, seperti pengolahan makanan dan kerajinan tangan, juga memiliki prospek yang baik mengingat ketersediaan bahan baku lokal dan tradisi kerajinan yang kaya. Tantangan utama yang dihadapi adalah infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya akses terhadap pasar yang lebih luas. Artikel ini menyarankan perlunya intervensi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperbaiki infrastruktur, memberikan pelatihan dan pendampingan usaha, serta membuka akses pasar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di Kecamatan Gabus.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal DIMAS kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS); Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
Penulis yang mengirimkan naskah artikel, sepenuhnya menyadari bahwa, jika artikel tersebut diterima untuk terbit/publish, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Penulis harus menandatangani perjanjian transfer hak cipta ketika mereka telah menyetujui bukti akhir yang dikirim oleh Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) sebelum publikasi. Perjanjian transfer hak cipta dapat diunduh di sini.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Dimas) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Bagaimanapun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan oleh Sarana Bhina Ilmu Ltd., adalah menjadi tanggung jawab masing-masing penulis.
