Main Article Content
Abstract
Abstract. With the increasing costs of conventional healthcare and concerns about the side effects of chemical drugs, herbal medicine offers a safer and more affordable alternative. Research shows that many medicinal plants contain bioactive compounds with anti-inflammatory, antioxidant, and antibacterial properties, which can support the treatment of various diseases. Additionally, herbal medicine often has the potential to strengthen the immune system and enhance overall well-being. Since herbal medicines are less recognized by the public, this activity aims to introduce herbal medicine as a natural medical alternative for treating diseases. However, it is important to note that herbal treatments typically have slower and less instant effects. In the introduction process, we used focus discussion group methods to make the audience more comfortable and better understand the topic. This was demonstrated by the enthusiasm and smooth running of the event. Another measure of success was the number of questions and discussions about diseases and consultations with the speakers.
Abstrak. Dengan semakin tingginya biaya perawatan kesehatan konvensional dan munculnya kekhawatiran tentang efek samping obat kimia, obat herbal menawarkan alternatif yang lebih aman dan terjangkau. Penelitian menunjukkan bahwa banyak tanaman obat mengandung senyawa bioaktif yang memiliki khasiat anti-inflamasi, antioksidan, dan antibakteri, yang dapat mendukung pengobatan berbagai penyakit. Selain itu, obat herbal seringkali memiliki potensi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Karena obat-obatan herbal kurang dilirik oleh masyarakat, dengan adanya kegiatan ini guna memperkenalkan bahwa obat herbal merupakan sebuah alternatif medis untuk menyembuhkan penyakit dengan cara alami. Tapi perlu dicatat bahwa obat herbal ini memiliki kekurangan dimana efek penyembuhannya cenderung lebih lama dan tidak instan. Dalam proses pengenalannya, kami menggunakan metode focus discussion group agar para audiens bisa lebih nyaman dan juga lebih paham. Hal ini ditunjukan pada antusiasme dan keberlangsungan acara kondusif dan juga lancar. Hal lain yang menjadi tolak ukur keberhasilan ini banyaknya pertanyaan dan juga diskusi terhadap penyakit dan juga konsultasi dengan pemateri
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal DIMAS kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS); Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
Penulis yang mengirimkan naskah artikel, sepenuhnya menyadari bahwa, jika artikel tersebut diterima untuk terbit/publish, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan kepada Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. Penulis harus menandatangani perjanjian transfer hak cipta ketika mereka telah menyetujui bukti akhir yang dikirim oleh Jurnal Pengabdian Masyarakat (DIMAS) sebelum publikasi. Perjanjian transfer hak cipta dapat diunduh di sini.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Dimas) dan Sarana Bhina Ilmu Ltd., dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Bagaimanapun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan oleh Sarana Bhina Ilmu Ltd., adalah menjadi tanggung jawab masing-masing penulis.
